Dahsyatnya Shalat Subuh

Seorang pria bangun pagi-pagi buta utk sholat subuh di Masjid.
Dia berpakaian, berwudhu dan berjalan menuju masjid.
ditengah jalan menuju masjid, pria tsb jatuh dan pakaiannya kotor.
Dia bangkit, membersihkan bajunya, dan pulang kembali kerumah. Di rumah, dia berganti baju, berwudhu, dan, LAGI,
berjalan menuju masjid.

Dlm perjalanan kembali ke masjid, dia jatuh lagi di tempat yg sama!
Dia, sekali lagi, bangkit, membersihkan dirinya dan kembali kerumah.
Dirumah, dia, sekali lagi, berganti baju, berwudhu dan berjalan menuju masjid.

Di tengah jalan menuju masjid, dia bertemu seorang pria yg memegang lampu.
Dia menanyakan identitas pria tsb, dan pria itu menjawab “Saya melihat anda jatuh 2 kali di perjalanan menuju masjid,
jadi saya bawakan lampu untuk menerangi jalan anda.’
Pria pertama mengucapkan terima kasih dan mereka berdua berjalan ke masjid.

Saat sampai di masjid, pria pertama bertanya kepada pria yang
membawa lampu untuk masuk dan sholat subuh bersamanya.
Pria kedua menolak.
Pria pertama mengajak lagi hingga berkali2 dan, lagi, jawabannya sama.
Pria pertama bertanya, kenapa menolak untuk masuk dan sholat.
Pria kedua menjawab

Aku adalah Setan

Pria itu terkejut dgn jawaban pria kedua.
Setan kemudian menjelaskan, ‘Saya melihat kamu berjalan ke masjid,dan sayalah yg membuat kamu terjatuh. Ketika kamu pulang ke rumah, membersihkan badan dan kembali ke masjid,
Allah memaafkan semua dosa-dosamu.
Saya membuatmu jatuh kedua kalinya, dan bahkan itupun tidak membuatmu merubah pikiran untuk tinggal dirumah saja,
kamu tetap memutuskan kembali ke masjid.

Karena hal itu, Allah memaafkan dosa-dosa seluruh anggota keluargamu.
Saya KHAWATIR jika saya membuat mu jatuh utk ketiga kalinya,
jangan-jangan Allah akan memaafkan dosa-dosa seluruh penduduk desamu,
jadi saya harus memastikan bahwa anda sampai dimasjid dgn selamat..’

Nb: Jangan melepaskan sebuah niat baik yg hendak kamu lakukan karena kamu tidak pernah tahu ganjaran yg akan kamu dapatkan
dari segala kesulitan yg kamu temui dalam usahamu utk melaksanakan niat baik tersebut .

Dibalik pelaksanaan dua rokaat di ambang fajar, tersimpan rahasia yang menakjubkan. Banyak permasalahan yang bila dirunut, bersumber dari pelaksanaan shalat subuh yang disepelekan. Itulah sebabnya, para sahabat Nabi berusaha sekuat tenaga agar tidak kehilangan waktu emas itu. Pernah, suatu ketika mereka terlambat shalat subuh dalam penaklukan benteng Tsatar. “Tragedi” ini membuat sahabat semisal Anas bin Malik selalu menangis bila mengenangnya. Kemudian Anas berkata, “Buat apa Tsatar? sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!”

Pernah dikisahkan pula, salah seorang penguasa Yahudi yang menyatakan bahwa mereka tidak takut dengan orang Islam kecuali pada satu hal. Ialah bila jumlah jamaah shalat subuh menyamai jumlah jamaah shalat jum’at. Orang Yahudi lebih jeli terhadap kondisi kita daripada diri kita sendiri.

Jikalau seandainya ada seorang kaya raya berjanji akan memberi anda uang setiap hari pada pukul empat pagi sebesar 1 juta rupiah jika anda datang tepat waktunya, apakah anda akan mendatanginya? Apakah anda akan beralasan bahwa anda tidur terlambat, atau karena anda terikat dengan janji setelahnya, sehingga anda tidak bisa datang?

Tahukah Anda ???

sejarah mencatat, bahwa Allah SWT menghancurkan orang-orang yang zalim itu adalah pada waktu subuh. Misalnya kaum Nabi Luth (QS Hud : 81), kaum ‘Ad dan Hud, dihancurkan Allah SWT dengan mengirim angin yang panas dan kencang juga pada waktu subuh (QS Al-Ahqaf 25).

Pengangkatan Umar bin Khattab RA menjadi khalifah menggantikan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang wafat, itu pun setelah salat subuh.

Diceritakan, satu waktu Rasulullah SAW tidak melihat Ali bin Abi Thalib ikut salat berjemaah subuh. Khawatir menantunya ini sakit, maka usai salat beliau menuju rumahnya. Di sana Siti Fatimah menerangkan bahwa karena Ali asyik beribadah malam, maka usai salat subuh, ia tidur kembali. Mendengar ini, Rasulullah SAW berkata lebih kurang: “Sesungguhnya menghadiri salat subuh secara berjamaah lebih baik dari ibadah yang dilakukan semalam suntuk di rumah.”

Satu kali Umar bertemu dengan Asy-Syifa’ ibunda Sulaiman RA. Ia pun bertanya kepadanya: “Saya tidak melihat Sulaiman tadi pada saat salat subuh.” Lalu ia menjawab: “Dia salat malam lalu ia tertidur pada pagi harinya.” Mendengar ini Umar berkata: “Sungguh, ikut serta dalam salat subuh berjamaah itu lebih baik bagi saya dari pada salat malam.” Pernah ketika masuk waktu subuh, Rasulullah SAW melihat putrinya Siti Fatimah masih tidur-tiduran. Dengan penuh kasih sayang beliau menggoyang- goyangkan kaki putrinya itu sambil berkata: “Wahai anakku, bangunlah! Ketahuilah! Allah SWT menentukan pembagian rezeki kepada para hamba-Nya adalah pada waktu subuh.”

Dikisahkan pula, suatu waktu Ubai bin Kaab berkata: “Rasulullah SAW pernah salat subuh.
Beliau bertanya, ‘Apakah kalian menyaksikan si Fulan?” Mereka menjawab ‘ Tidak ‘.
Beliau bertanya lagi hal yang sama. Para sahabat menjawab ‘Tidak’. Lalu Rasulullah SAW berkata: ” Sesungguhnya dua salat ini (subuh dan isya) adalah salat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya bila mereka mengetahui apa yang ada dalam salat subuh dan isya, maka mereka akan mendatanginya,
sekalipun dengan merangkak.”

Begitu mulianya waktu subuh, maka Rasulullah SAW secara khusus berdoa: “Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun subuh.” (HR Turmuzi -Abu Daud – Ahmad dan Ibnu Majah).

Dan kepada mereka yang senang salat subuh berjamaah, Allah SWT memberikan berbagai karunia sejak di dunia ini lebih-lebih di akhirat kelak. Dalam hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW menegaskan bila salat subuh dikerjakan secara berjamaah, maka Allah akan melindungi Anda seharian penuh.

Kelak, Allah SWT akan memberikan cahaya yang terang benderang kepada hamba-Nya yang istiqamah menghadiri salat subuh berjamaah seperti diterangkan Nabi Akhir zaman itu: “Sampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan menuju masjid dalam keadaan gelap gulita, mereka akan diganti dengan cahaya di akhirat kelak.”

” Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya” (HR. Muslim)

“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)

Rasullullah bersabda:
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan(subuh dan Isya’) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” (HR. Abu Dauwud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Dalam hadis yang berasal dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda: “Berpagi-pagilah kamu dalam mencari segala hajat atau keperluan, karena sesungguhnya di pagi hari itu terdapat keberkahan.”

“Waktu shalat Subuh dari terbit fajar sampai terbit matahari.” (HR. Muslim)

“Barang siapa yang mendapatkan satu rakaat shalat Subuh sebelum terbit matahari, maka ia telah melaksanakan shalat Subuh.” (HR. At-Tirmidzi)

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”
(Al-Isra’ [17]:78)

”Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan medatangi keduanya sekalipun dengan merangkak. Sungguh, aku ingin menyuruh melaksanakan shalat, lalu shalat itu ditegakkan, kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat bersama orang-orang. Kemudian beberapa lelaki berangkat bersamaku dengan membawa kayu yang terikat, mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat berjamaah, sehingga aku bakar rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya dua shalat ini (Subuh dan Isya’) adalah shalat yang berat bagi orang munafik. Sesungguhnya, apabila mereka mengetahui apa yang ada dalam shalat Subuh dan Isya’, maka mereka akan mendatanginya, sekalipun dengan merangkak.” (HR Ahmad dan An-Nasa’i)

“Barang siapa yang shalat Isya’ berjamaah maka seakan-akan dia telah shalat setengah malam. Dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah (atau dengan shalat Isya’, seperti yang tertera dalam hadits Abu Dawud dan Tirmidzi’) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat malam satu malam penuh.” (HR. Muslim)

“Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin maka akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari)

Note: Dalam Fath Al-Bari disebutkan bahwa yang dimaksud dengan shalat “Al-Bardaini” (dua waktu dingin) adalah shalat Subuh dan Isya.
Dari Jarir bin Abdullah:

“Kami sedang duduk bersama Rasulullah, ketika melihat bulan purnama. Beliau berkata, ‘Sungguh, kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhadang dalam melihatnya. Apabila kalian mampu, janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah.’” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Note: Dalam kegelapan maksudnya: shalat Isya’ dan shalat Subuh.

“Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda: Setan akan mengikat ujung kepala kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatan setan akan dibisikkan, “Kamu masih memiliki malam panjang, maka tidurlah.” Jika engkau bangun dan mengingat Allah, maka akan terlepaslah ikatanmu yang pertama. Apabila engkau kemudian berwudhu, maka akan terlepaslah ikatan kedua. Dan jika engkau melakukan shalat, maka akan terlepaslah ikatanmu yang ketiga. Jika engkau tidak melakukan ketiga hal itu, niscaya hatimu akan menjadi sesat dan malas. (HR Bukhari dan Muslim)

Rasulullah SAW bersabda: Malaikat-malaikat malam hari dan malaikat-malaikat siang hari silih berganti mengawasi kalian, dan mereka berkumpul pada saat shalat Subuh dan shalat Ashar, kemudian malaikat-malaikat yang mengawasi kalian semalam suntuk naik (ke langit). Allah menanyakan kepada mereka, padahal Dia lebih mengetahui dari mereka, “Dalam keadaan apakah kalian tinggalkan hamba-hamba-Ku?” Mereka menjawab, “Kami tinggalkan mereka dalam keadaan mengerjakan shalat, dan kami datangi mereka dalam keadaan mengerjakan shalat pula.” (HR Bukhari, Muslim dan an-Nasa’i)

Utsman bin Affan ra. menuturkan, “Saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda,
“Siapa yang shalat Isya’ berjamaah, seolah-olah bangun setengah malam (seperti shalat separuh malam). Siapa yang shalat Subuh berjamaah, maka bagaikan shalat semalam penuh.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat.

Dua rakaat shalat sunnah Subuh lebih baik daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya. (HR Muslim, Tirmidzi dan Ahmad)

Jabir bin Abdullah al-Bajalli berkata, “Kami berada di samping Nabi saw. pada suatu malam, maka Nabi melihat bulan purnama sambil berkata, “Kalian akan melihat Tuhan sebagaimana kalian melihat bulan ini, tidak silau karena melihatnya. Maka sebisa mungkin, jangan sampai dikalahkan untuk shalat sebelum terbit matahari (Subuh) dan sebelum terbenamnya (Ashar). Cepatlah kamu kerjakan!” (HR Bukhari dan Muslim)

“Islam bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Maka beruntunglah orang yang diasingkan.” (HR. Muslim, At Tirmidzi, Ibnu Majah, At Tabarani)

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. al-Anfal: 20)

“Dan janganlah kamu menjadi sebagaimana orang-orang (munafik) yang berkata, “Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan.” (QS. al-Anfal:21)

dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur (Al Mu’minun : 78)

“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apa pun. Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadi kan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedangkan mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka-mereka dengar itu).” (QS. al-Anfal: 22-23)

Dari Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan berkata, Ya Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid. Rasulullah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya, Apakah kamu dengar azan shalat? Ya, jawabnya. Datangilah, kata Rasulullah SAW.

*Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Rasulullah SAW apabila pergi (ke tempat shalat ‘Id) pada hari ‘Id melalui satu jalan, maka beliau kembali dari tempat tersebut melalui jalan yang berbeda.” (H.R. Tirmidzi)

**Salah satu hikmah dari anjuran tersebut adalah menyebarkan syiar Islam di segala sudut kota atau desa, membantu keperluan penduduk yang dilewati, menyebarkan salam kepada penduduk yang dilewati, membuat geram orang-orang munafik, menyaksikan tempat-tempat yang dilalui untuk dijadikan pelajaran.

Dari Abi Musa ra berkata bahwa Rasulullah SAw bersabda, Sesungguhnya orang yang mendapatkan ganjaran paling besar adalah orang yang paling jauh berjalannya. Orang yang menunggu shalat jamaah bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur.

“Setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah.” (HR. Muslim no. 2382)

“Siapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian ia shalat dua rakaat, [dengan tidak menyibukkan dirinya dalam pelaksanaan shalat tersebut urusan dunia, maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu] (HR. Bukhari, Muslim)

Rasul bersabda: ”Siapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian dia berjalan menuju salah satu mesjid untuk menunaikan shalat wajib, maka di setiap langkahnya akan menghapuskan dosa dan kesalahan serta mengangkat derajatnya……..dengan wudhu yang sempurna, maka kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan seorang hamba akan keluar dari badannya hingga keluar dari ujung-ujung kukunya” (HR Muslim)

“Dan (dirikanlah pula salat) subuh. Sesungguhnya salat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).”(Al-Isra : 78).

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintahnya).” (QS. al-Anfal: 20)

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan keturunanku orang yang mendirikan shalat (sujud menyembah Engkau). Ya Tuhan kami, perkenankanlah permohonan kami ini. (QS Ibrâhîm [14] : 40)

Subhanallah.

Sungguh shalat subuh telah berlalu dariku. Sepanjang usia, aku tidak akan bahagia seandainya dunia diberikan kepadaku sebagai ganti shalat ini!” (Anas Bin Malik)

“………., Dan jika mereka mengetahui apa yang tersimpan di dalam shalat subuh dan isya’ maka mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak (HR. Bukhari)

Cerita Pejuang Subuh Penuh Inspirasi

Pagi itu terasa suntuk, terdiam Ali dikasur mengumpulkan nyawa, ditengok HPnya. Lima panggilan tak terjawab, lima pesan belum terbaca, dibukanya satu persatu yang pasti dari Aisyah pacarnya.“Astaghfirullah, udah jam tujuh, aku belum solat subuh!” Segera ia berwudhu dan mengerjakan shalat subuh. Tak terhitung berapa kali Ali menguap dalam shalatnya, entah shalatnya dapat dikatakan khusyuk atau tidak. Tak jarang Ali seperti ini, kadang ia shalat saat jam 8, kadang juga shalat di masjid tetapi rakaat terakhir ia terlelap dalam sujudnya.“Assalamu’alaikum bu, Kenapa ibu tadi nggak bangunin aku sih?” telfon Ali ke Ibunya, Bu Maryam.“Wa’alaikumsalam. Ibu tadi udah bangunin kamu, kamu udah bilang iya bentar lagi bangun, ya udah ibu tinggal, ibu ada pengajian di Masjid Al Ikhlas nak.” Jawab ibu.“Ya udah deh Bu, Assalamu’alaikum”“Wa’alaikumsalam” Ibu Maryam  sangat aktif dalam kegiatan pengajian maupun acara islami lainnya. Entah ini Ali anak nemu atau ketuker di Rumah sakit, karena Ali sangat berbeda dengan kakaknya yaitu Akbar.“Baang, bang Akbar. Lu dimana” Panggil Ali mencari kakaknya di setiap sudut ruangan.“Apa lu panggil-panggil gue?” sahut Kakaknya dari luar rumah lalu masuk.“Lu kemana aja kenapa lu nggak ajak gue ke mesjid tadi, terus kenapa nih baru pulang?” Percakapan itupun dimulai.“Apaan, lu kan udah dibangunin Ibu tadi, lama sih gue tinggal aja. Tadi abis shalat ada pengajian jadi gue ikut.” Jawabnya sambil berjalan menuju dapur mengambil air minum.“Tadi gue kesiangan shalat bang, mana gue ada jadwal les minggu pagi lagi.” curhat Ali mengejar kakaknya.“Aik.. elu tiap pagi kok kesiangan. Inget dong lu udah kelas  12 bentar lagi ujian. Tiap hari rajin doa lulus lolos di sosmed. Masa shalat 5 waktu aja nelat mulu. Malu dong.” Ceramah kakaknya yang baik hati dan gantengnya nggak ketulungan itu.“Kenapa? Yang penting kan gue doa bang.” Jawab Ali yang nggak kalah ganteng dari kakaknya itu dengan wajah yang sebel jadi imut gitu ._.“Deek, sebagai kakak lu yang baik banget ini gue jelasin yaa. Elu minta lulus lolos, diterima di jalur undangan, diterima di fakultas yang elu pengenin, diterima di PTN yang elu banggain, banyak banyet kan elu mintanya. Apa elu nggak malu sama Allah, minta segitu banyaknya tapi perintah Allah buat shalat 5 waktu tepat waktu di mesjid aja di abaikan. Ngerti kan maksud gue.” Bang Akbar ini emang super duper kece terbukti bukan cuma wajahnya kata-katanya aja menyejukkan hati gini beeuuh.“Iya deh iya ntar dzuhur gue shalat di mesjid, Bang gue mau pamit sekalian lah bentar lagi gue mau ngapel di rumah Aisyah.” Jawab Ali.“Ali… alii, coba lu ngapel Al Qur’an serajin elu ngapelin pacar!” Sahut kakaknya.“Ah bilang aja lu syirik bang iri kan lo, salah sendiri sok jomblo nggak mau pacaran sebelum nikah.” Ledek Ali, abangnya tidak menjawab tetapi hanya tersenyum kepada adiknya itu.“Assalamu’alaikum… Aisyah… permisi… nyuwun sewu… spada… tok tok tok” teriak Ali dari luar gerbang rumah Aisyah.“Waalaikumsalam, kebiasaan salam aja udah cukup keleuzt. Al sekarang kan jadwalnya kamu les, kok kamu disini?” Aisyah membukakan gerbang.“Hehe, aku bangun  kesiangan Syah tadi, jadi daripada telat mending aku nggak usah berangkat.”“Kesiangan? Berarti kamu nggak Shalat Subuh kan?”“Shalat kok, tadi jam 7.” Jawab Ali sambing mringis.“Itu bukan Subuh, tapi itu Duha. Subuh aja kamu nggak bisa memperjuangkan, gimana aku nanti.” Gumam Aisyah dengan sedikit marah.“Ya maaf, besok aku shalat tepat waktu deh.”“Minta maaf jangan sama aku, tapi sama Allah, jangan ngomong doang tapi juga pake bukti!”“Iya iya sayang.yuuk jadi nggak nih otewe nya?” Hibur Ali kepada Aisyah.“Eh iya Al, aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Aku kemarin dimarahin mama gara-gara nilai TO ku jelek, kata mama aku keseringan pacaran dan lupa belajar. Jadi aku minta mulai sekarang kita putus ya, maaf banget. Kita bisa balikan lagi kok kalau kita udah lulus. Jadi kita sama-sama focus buat masa depan.” Jelas Aisyah sambil menundukan pandangannya. Ali diam sejenak, menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan pelan“Iya Syah aku ngerti, nggakpapa kok.” Lalu dia pamit pulang dengan rasa kecewa. Dia terus mengingat pesan Aisyah yaitu “Al shalatnya jangan telat ya, ngajinya jangan lupa, terus berdo’a, semangat belajar, dan semoga sukses ya, Ali.”Sejak pulang dari rumah Aisyah, Ali melamun dan menyendiri di kamar. Ibunya sering bertanya kepada Ali mengapa sekarang ia seperti ini, tetapi Ali tidak menjawab.“Nak, kamu kenapa kok sekarang sering melamun seperti ini, ibu kan takut kamu kenapa-kenapa, apalagi kamu mau UN. Sini cerita sama ibu nak!” Malaikat tanpa sayap itu mendekati anaknya, menaruh makan di atas meja belajar Ali, dan mencoba membujuk anaknya untuk bercerita. Tetapi Ali hanya diam saja. Ibu menyuruhnya makan lalu meninggalkannya.“Benar kata Ibu, gue nggak boleh gini terus cuma gara-gara patah hati, gue harus move on. gue harus semangat, iya bener. Gue harus berubah!” Ali ngomong sendiri di kamarnya sambil makan. Setelah makan tiba-tiba Bang Akbar masuk kamar Ali.“Bang, Bang Akbar sini bentar deh. Gue mau cerita, sejak gue diputusin Aisyah kok gue jadi patah semangat gini ya bang, gue takut juga kalo gue terus-terusan kaya gini. Gue mau berubah bang, bantuin gue ya please…” Ali bercerita kepada Abangnya.“Alhamdulillah Adek gue yang ganteng ini mau berhijrah. Mungkin Allah ngasih lu hidayah lewat Aisyah,  Elu patah hati kan, mau tau nggak obatnya apa?haha” Jawab Bang Akbar.“Ya mau dong bang, emang apa obat nya?” Tanya Ali. Lalu Bang Akbar mengambil Al Qur’an dan diberikan kepada Ali, adiknya.“Sekarang elu wudhu terus baca ini, cepet gue tunggu.” Ali segera berwudhu dan duduk di depan Abangnya untuk mengaji. Ali masih belum lancar mengaji, wajar lah, terakhir Ali mengaji saat ramadhan lalu. Doh Ali ngimpi apa yak dapet abang kaya doi yang sabar dan telaten mengajari adiknya. Sejak saat itu Ali bertekad kudu ikutan ODOJ alias One Day One Juzz.Allah itu sayang sama umatnya, kadang manusia dikasih cobaan itu bukan buat apa-apa tapi biar manusia itu sendiri mendekatkan diri ke Allah. Mungkin Allah memberi hidayahNya saat kita galau atau sedih, iya emang Allah itu sayang sama kita, lah kita mah apa atuh/?Hari demi hari berlalu, Ali makin kece aja. Ali mupeng ngajakin abangnya ikut kajian, ceramah, dakwah dll emang bener deh kakak adik yang ini gahool to the max. Bukan Cuma itu, semangat belajarnya Ali membara tiap hari pegang buku, les nggak pernah bolos, minta jadwal les tambahan lagi. Walhasil TO selanjutnya dapet nilai yang super duper yahuuud. Tapiii, mirisnya yang belum berubah atau susah kelakon dari Ali itu ya itu tadi bangun pagi buat pergi ke mesjid. Ali nggak akan bangun kalo belum di siram pake air seember sama abang atau ibunya.“Bang gue masih ngantuk sempeeh, mata gue susah melek, tidur enak kalik ya bang.” Nerocos Ali di Jalan Menuju Masjid Agung Bantul.“Iya elu susah melek, soalnya itu setan nempel dimata lu biar lu nggak solat subuh. Elu sih dibilangin mau tidur itu wudhu nggak di dengerin.” Ceramah Abangnya.  Sampai lah di Masjid Agung Bantul sesegera mereka berwudhu dan duduk di shaf paling depan menunggu iqamah. Bang Akbar sih solat sunnah dulu, laah adiknya? “Mumpung nih, mending gue nge-Path”  Kata Ali dalam hati, dengan segera ia mengeluarkan aipon dari sakunya dan update Path “Kalo lu cowok masih solat di rumah, mending lu pake mukena aja deh. Haha” Tidak lupa ia mencantumkan location “i’m at Masjid Agung Bantul.” Dalam hati ia juga menggerutu “Liat tu syah nyesel dah lu mutusin gue.”“Ampun dah, dek lu solat di mesjid mau pamer apa mau ngapain ha?”“Ya elah bang, hari gini mah apa apa kudu update, biar nggak ketinggalan jaman keles!”“Dek be careful okaaay, jangan sampai yang kita lakuin itu jatuh ke riya’, inget deh QS An Nisa:142 yang artinya Sesungguhnya orang-rang munafik itu menipu Allah, dan Allah akanmembalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya’ ( dengan shalat itu ) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka dzkirkepada Allah kecuali sedikit sekali.” Ali tertunduk dengan rasa bersalah mendengar abangnya menjelaskan apa itu riya’. Alhamdulillah Ali tersadar dan mengakui kesalahannya. Bang Akbar maju kedepan untuk mengumandangkan iqamah… Ahaay mak klakep mesjid itupun hening berjamaah mendengar suara merdunya Bang Akbar, suara Muhammad Toha Al Junayd kw super.Seusai Shalat Subuh Ali terduduk silo, ia menundukan kepalanya. Ia berdo’a meminta ampunan kepada Allah atas segala kesalahan yang disengaja ataupun tidak.Hari-hari berikutnya, jangankan alarm hp, adzan subuh aja udah membangunkan Ali dari tidurnya. Dengan cepat bersiap-siap menggunakan baju koko+sarung, disisir rambutnya seklimis mungkin dan tidak lupa memakai peci. Alamaaak gantengnya Ali ini udah kaya Aliando Surip aja *eh :v sekarang malah Ali yang nungguin Abangnya. “Kzl kzl kzlek, lama amat sih lu bang . Udah ah ayo.”Hari H tiba, hari dimana SMA/SMK/MA/MAK sederajat melaksanakan UN.  Sebelum berangkat Ali meminta doa rastu dari Ibu dan Abangnya, dipeluknya, dicium tangan keduanya. Selama dan setelah ujian ia tak henti-hentinya kewajibannya iya tak lupa, ditambah lagi puasa senin kamis, ia juga tidak pernah menanggalkan solat duha dan tahajudnya, bukan hanya itu sedekahnya ditambah pula. Alhamdulillah, berkat itu semua doa Ali diijabah Allah, Ali lulus dengan nem yang memuaskan. MasyaAllah, Allahuakbar Ali juga lolos SNMPTN di UGM dengan fakultas yang diinginkannya.“Ibu, Abang. Ali lolos SNMPTN!” dengan air mata yang mengucur deras Ali mencari keluarganya. Dicarinya di setiap sudut ruangan ternyata tidak ada seorangpun yang ada. Di masukinya kamar Bang Akbar. Kamar yang tertata rapi mirip banget kaya kamar barbie, tumpukan bukunya itu lhoo, mungkin kamarnya Albert Ensten dulu kaya kamarnya Bang Akbar, walhasil bertemulah Ali dengan Bang Akbar, dan Ibu bertemu di dapur yang ternyata sedang membuat kue tart.“Barakallahu fii umrik, Ali” Saking deg deg-annya menunggu hasil SNMPTN Ali lupa kalau hari ini ulang tahunnya.“Ya Allah Ali lupa kalau hari ini Ali ulang tahun. Ibu, Abang, Ali lolos SNMPTN tau ndak sih.” Matanya berkaca-kaca.“Udah tau keles, gue sama Ibu juga punya kejutan loh.” Jawab Bang Akbar. Sambil mempersilakana masuk seorang Aisyah yang cantik jelita.“Al, kita kan udah lulus, udah kuliah juga, sekarang aku mau kok kalo kita pacaran lagi. Hehe” Kata Aisyah. Ali kaget seketika. Dilihat abangnya Cuma senyum senyum aja, dia inget kata abangnya kalo pacaran itu, ya gitu itu…“Maafin aku Syah, bukannya aku udah nggak sayang lagi sama kamu, tapi aku belum cukup apa-apa, aku mau memantaskan diri, memperbaiki diri dulu sebaik-baiknya, aku juga ndak mau pacaran aku takut dosa, gimana kalau kita sahabatan aja? Aku pengen jadi kayak Ustadz Molana dulu, aku doain kamu juga ntar jadi kayak Ustadzah Oki Sektiana Dewi” Bujuk Ali. Aisyah pun mengiyakannya lalu tertawa mengisyaratkan iya, aku ngerti.@NimasIF/ XI MIA 4/SMAN 1 JETIS BANTUL

Pejuang Subuh, 40 Hari Salat Subuh Berjamaah Tanpa Putus

Salat Subuh di masjid, perjuangan berat bagi sebagian besar orang. Banyak muslim memilih salat di rumah masing-masing untuk kemudian lanjutkan lelap. Karena itulah, salat Subuh berjamaah di masjid dan musala kerap sepi. Ini, menjadi keresahan seorang Arisakti Prihatwono yang biasa disapa Rico.

Keresahan Rico, dirasakan dua kawannya, Hadi Salim atau Dodit dan Iman Rivani. Dodit dan Iman awalnya gemar kehidupan malam, namun perjalanan waktu membuat mereka meninggalkan riuhnya dunia malam.

Ketiganya prihatin melihat sedikitnya jemaah salat Subuh di masjid atau musala. “Kami ingin jemaah salat Subuh di musala atau masjid-masjid, sama banyaknya seperti jemaah salat Jumat,” tutur Rico kepada reporter NET Diyas Pradana, 7 Juni 2016.

Arisakti Prihatwono (Rico), Pendiri Pejuang Subuh (Dok Pribadi)

Di Ramadan 2012, Rico dan kedua temannya sepakat membentuk Komunitas Pejuang Subuh. Media penyebarannya, Twitter yang saat itu sedang booming. Akun @pejuangsubuh langsung direspon positif netizen. Follower-nya saat ini hampir mencapai 185 ribu orang. Untuk memancing pengikutnya rajin salat Subuh, Rico dan 2 temannya menggunakan cara unik. Mereka menawarkan untukfollback akun sang follower dengan persyaratan tertentu. Yaitu, sang follower harus menyelesaikan tantangan salat Subuh berjamaah tanpa putus. Untuk laki-laki 40 hari dan untuk perempuan 30 hari berturut-turut.

Miskam Ayla termasuk yang menerima tantangan ini. Awalnya, Miskam yang saat itu berusia 24 tahun termasuk mahasiswa tingkat akhir yang sering nongkrong bersama teman-temannya hingga pagi. Salat Subuh pun jarang ia tunaikan. Di akhir 2013, perkenalannya dengan Pejuang Subuh dimulai, berawal dari seorang teman yang memperlihatkan video di YouTube tentang komunitas ini. “Kemudian saya cari info tentang pejuang subuh, Twitternya sudah banyak followers. Di waktu itu siapa sih yg nggak pengen di-follback akun dengan followers ratusan ribu? Dari situ saya terima tantangan 40 hari salat subuh biar di-follback,” ujar Miskam Ayla.

Untuk menjadi mujahid atau lulus menjalani salat Subuh berjamaah terus menerus selama 40 hari, perjuangan Miskam tidaklah mudah. Ia butuh waktu hampir 6 bulan untuk lulus dan mendapatkan pin mujahid. “Dulu pernah pas hari ke-5 dan 7 Subuhnya kesiangan, harus mulai dari awal lagi. Pernah juga nggak jadi pulang kampung karena kalau pulang kampung perjalanannya semaleman kan, akhirnya ditunda. Terus pernah juga pas hari ke-40 subuhnya telat dan akhirnya ngulangin dari awal,” ungkap Miskam.

Kegigihan Miskam akhirnya membawanya lulus sebagai mujahid Pejuang Subuh, sebutan bagi mereka yang berhasil menyelesaikan tantangan dari komunitas Pejuang Subuh. Banyak hal yang didapat ketika Miskam berhasil melaksanakan 40 hari salat Subuh tanpa putus. Mulai dari kuliah yang awalnya berantakan menjadi lebih teratur, hingga pekerjaannya yang saat ini berjalan lancar. 

 Cara Membangunkan Para Pejuang Subuh (Miskam Ayla)

Manfaat yang dirasakan Miskam juga dirasakan follower lain. Tak heran jika komunitas ini terus berkembang. Saat ini ada 25 cabang di seluruh Indonesia. Untuk yang ingin bergabung tidak perlu repot, cukup mendaftar di Facebook atau Twitter Pejuang Subuh. Nantinya anggota akan dikelompokkan berdasarkan daerah masing-masing melalui grup WhatsApp. “Ketika waktu salat Subuh tiba, mereka dibangunkan oleh teman-temannya yang telah bergabung secara berurutan sesuai absen dan tidak boleh putus. Nanti ada satu mentor dalam satu grup WA,” ujar Rico. Selanjutnya, tiap anggota dibebaskan salat Subuh di musala atau masjid terdekat dari rumah masing-masing.

Pejuang Subuh melakukan Jamaah Sholat subuh (Miskam Ayla)

Anggota yang bergabung di Pejuang Subuh mayoritas anak muda. “Mereka biasanya anak muda yang awalnya jarang salat, jauh dari agama dan mereka bertobat”, papar Rico.

Komunitas dakwah telah berhasil dibentuk. Yang mesti dijaga kini, konsistensi anggota untuk tetap rutin salat Subuh berjamaah di musala atau masjid. Namun Rico yakin, hal tersulit pun akan menjadi mudah jika dijalani bersama-sama.

Kisah Inspiratif

Hidayatullah.com–Awalnya pengunjung tetap klub malam, kini berubah menjadi “pasukan” dibarisan terdepan jamaah shalat Subuh. Itulah salah satu cerita yang terdapat dalam buku Pejuang Subuh yang diluncurkan Ahad, 2 Februari 2014, di Masjid Baitul ‘Ilm, Diknas, Jakarta.

Buku itu memuat kumpulan kisah nyata orang-orang yang istiqomah berjuang mengerjakan shalat Subuh berjamaah dan memperoleh keajaiban.

Buku yang diluncurkan oleh komunitas akun Twitter @Pejuang Subuh diharapkan bisa memotivasi umat Islam lainnya untuk terbiasa shalat Subuh.

Para pemilik kisah nyata itu sendiri yang menuliskan ceritanya. Buku yang diterbitkan Wahyu Qalbu itu bisa didapatkan di berbagai toko buku di Indonesia.

“Kami percaya, sulit bangun Subuh hanyalah masalah kebiasaan saja. Esensi gerakan ini ingin membentuk kebiasaan itu bersama-sama. Kalau belum terbiasa awalnya memang harus dipaksakan, lama-lama akan jadi mudah bangun Subuh,” jelas Hadi E. Salim, Pendiri @Pejuang Subuh.

Ia menyadari, pembiasaan ini bukanlah hal mudah. Ditengah jalan, pasti ada saja halangan. Komunitas yang memiliki motto : Istiqomah Sampai Khusnul Khotimah, ini dijadikan wadah untuk saling menguatkan shalat Subuh berjamaah.

Menurut Didot, panggilan akrab Hadi E. Halim, diperlukan setahun mengumpulkan kisah-kisah itu.

Didot kerap menjalani shalat Subuh diberbagai masjid.

“Selain dari curhat teman-teman di Twitter, saya juga tanya-tanya, kira-kira di antara mereka ada nggak yang punya cerita hijrah melalui shalat Subuh,”ulas mualaf yang terinspirasi dengan amalan 40 hari berturut-turut shalat Subuh berjamaah.

Hasil obrolan ringan paska Subuh berjamaah, menebarkan cerita-cerita mengharukan. Salah satunya tentang seorang anak muda bertato di lengan, rambut spike bercat warna-warni. Sosok anak gaul macam itu masuk ke Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dan ikut Subuh berjamaah.

“Ada seorang bapak heran. Dia pikir, anak ini mungkin musafir. Tapi kok, seminggu berturut-turut nongol lagi ikut Subuh berjamaah,”ucap Didot sembari tersenyum geli mengingatnya.

Rasa penasaran itu akhirnya terjawab. Ternyata pemuda nyentrik itu sedang menjalani terapi untuk lepas dari kecanduan narkoba melalui shalat Subuh berjamaah.

Masih banyak cerita inspiratif lainnya yang bisa dibukukan.

“Salah satu kendala kami adalah mewawancarai dan menulis sendiri kisah orang yang karena usia atau fisik, tidak memungkinkan menulis,”ungkap Didot.

Seperti cerita seorang pria yang sudah 30 tahun berturut-turut shalat Subuh berjamaah. Dia selalu berada di shaf terdepan.

Keistiqomahannya membuatnya ditunjuk menjadi Ketua shalat Subuh berjamah di masjid itu.

“Usianya hampir 60 tahun. Dari rumahnya, beliau nggowes sepeda. Wajahnya adem banget,”cerita Didot tentang pria paruh baya itu. Didot menambahkan, dahulu, pria itu sering shalat berjamaah di masjid yang sama dengan Almarhum Buya Hamka.

Selain peluncuran buku, Pejuang Subuh juga meluncurkan program Istiqomah. Program yang baru dijalani 29 hari (per Senin 3 Februari 2014) ini bertujuan saling mengingatkan Shalat Subuh.

Satu kelompok terdiri dari 10 orang anggota dengan satu administrator. Rekapitulasi data shalat Subuh akan dilaporkan pada pihak pengurus @Pejuang Subuh.

Terdapat penilaian dan reward sesuai dengan lokasi dan kondisi shalat. Anggota yang berada di masjid saat adzan Subuh yang pertama, maka mendapat poin 1. Juga ada pangkat-pangkat tertentu jika berhasil memenuhi target.

Cara itu terlihat menarik dan menyemangati mereka untuk shalat tepat waktu. Khususnya untuk para pria, menyemangati mereka untuk shalat berjamaah di masjid.

Alamat Blog Kelas X MIPA 1

  1. Ade SanjayaKlik Alamat Blog Disini
  2. Adelina Marliana Nurhidayah Klik Alamat Blog Disini
  3. Aditya Siti Sri Rizkika Klik Alamat Blog Disini
  4. Adrian Maulana Rizky Klik Alamat Blog Disini
  5. Afiatul Hasanah Klik Alamat Blog Disini
  6. Anggun Agustaria Elkana Klik Alamat Blog Disini
  7. Anisa Aninditha Klik Alamat Blog Disini
  8. Annidatus Sania Klik Alamat Blog Disini
  9. Annisa Nurul Wahidah Klik Alamat Blog Disini
  10. Atika Indriyani Klik Alamat Blog Disini
  11. Dian Shavitri Ariani Rusmana Klik Alamat Blog Disini
  12. Dini Sartika Klik Alamat Blog Disini
  13. Dwi Lestari Klik Alamat Blog Disini
  14. Fadiah Khoirunnisa Klik Alamat Blog Disini
  15. Farah Istiqomah Klik Alamat Blog Disini
  16. Firda Faradillah Klik Alamat Blog Disini
  17. Fitriyani Klik Alamat Blog Disini
  18. Ghina Amalia Klik Alamat Blog Disini
  19. Haniyatul Khotimah Klik Alamat Blog Disini
  20. Ifha Nurseptiani Klik Alamat Blog Disini
  21. Ika Miftahul Rohmah Klik Alamat Blog Disini
  22. Ilham Hari Mauladi Klik Alamat Blog Disini
  23. Ita Rosita Klik Alamat Blog Disini
  24. Jihan Fadila Klik Alamat Blog Disini
  25. Maisyah Klik Alamat Blog Disini
  26. M Iqbal Muttaqin Klik Alamat Blog Disini
  27. Nur Komariah Klik Alamat Blog Disini
  28. Nur Rosihah Klik Alamat Blog Disini
  29. Nurlamhatin Klik Alamat Blog Disini
  30. Rama Novandi Klik Alamat Blog Disini
  31. Rizka Amelia Fitri Klik Alamat Blog Disini
  32. Robiatul Adawiyah Klik Alamat Blog Disini
  33. Sharah Shabina Klik Alamat Blog Disini
  34. Syifa Fathonah Klik Alamat Blog Disini
  35. Tria Wahyuni Klik Alamat Blog Disini
  36. zakkiah Arifiah Klik Alamat Blog Disini

Lanjutkan membaca “Alamat Blog Kelas X MIPA 1”